you'll be my heart

Aku terbangun dengan mata yang basah. Padahal aku sama sekali tidak memimpikan hal sedih atau menakutkan. Itu...sebuah mimpi yang indah, lagi. Egoku berkata, tidak bisakah kamu bersamaku saja? Aku akan melakukan segalanya untuk membuatmu merasa dicintai. Entah memang tidak pernah, atau aku yang tidak mengingat hal buruk dalam mimpiku, tapi semua mimpi tentangmu yang kurasa selalu indah. Dan aku selalu menangis setelah bangunnya. Rasanya aku tidak pernah mau bangun ketika memimpikan kamu. Bukan hal yang luarbiasa, hanya hal-hal kecil yang membahagiakan. Sebagian besar aku tidak ingat detail momen dalam mimpi, itu bahkan hanya interaksi kecil diantara kita. Tapi sungguh, aku masih ingat hangatnya hatiku saat bangun. Ahhh...kamu tidak ada disini tapi tetap saja merepotkan perasaanku.

Aku mendengarkan lagu tanpa cinta, bagian reff nya sangat amat aku ingin nyanyikan didepanmu.

"Aku ingin kau menerima seluruh hatiku,

aku ingin kau mengerti dijiwaku hanya kamu,

namun bila kau tak bisa menerima aku,

lebih baik ku hidup tanpa cinta"

Bulan juli sudah datang lagi. Terlalu besar dan serakahkah aku jika meminta kamu sebagai kadoku untuk tahun ini dan begitu tahun-tahun yang akan datang? Aku benar-benar penasaran, apakah kamu memang benar-benar akan mengisi segala kekosonganku? Segala kekurangan (atau kelebihan yang aku tidak tahu apa itu) aku? Atau memang hanya masalah duniaku saja yang sudah kosong permanen?

Baru kemarin mamaku menyebut namamu lagi dan menanyakannya kepadaku. Rasanya ada sekali dalam 1 tahun, mama menyebut namamu. Aku tidak tahu kenapa dan bagaimananya, betul atau tidaknya ketika dia menceritakan petualangannya bersama mamamu. Iya mamamu. Aku heran, rasanya mamaku dan mamamu tidak terlalu dekat? Masa iya berpetualangan bersama ke suatu sekolah SMA? Kita pernah membicarakan tentang SMA bukan? Lucunya kamu pernah mengajakku ke suatu SMA alam bersama. Aku sangat ingin tentu. Lagi pula sebelumnya mengapa aku tidak melanjutkan ke SMP negeri no 1 di kota ini ya karna tidak ada kamu di dalamnya. Tapi untuk jenjang SMA rasanya aku memilih egois. Aku memilih untuk tidak mengejarmu lagi demi cita-citaku saat itu. Mungkin...jika kamu lebih baik kepadaku dulu, memperlakukanku dengan penuh kasih seperti kekasih hingga akhir SMP, aku akan memilih bersamamu lagi dalam satu SMA. Syukurlah tidak jadi. Aku lebih bisa fokus kepada diriku di SMA dan seterusnya. Walau kamu yang ada disebagian diriku selalu mengganggu hati dan perasaan cintaku.

Jika kamu tanya mengapa? Aku pun tidak tahu. Apakah perasaan ini nyata karena murni cinta atau sementara yang hanya sebatas penasaran? Atau bahkan hanya sebatas perasaan yang belum selesai saat dahulu? Aku bahkan tidak bisa mengatakan aku cinta kamu. Aku tidak bisa memastikan apakah aku cinta kamu, kamu yang sekarang atau hanya sebatas yang dulu? Kamu pasti telah mengalami banyak perubahan dalam dirimu. Lagi-lagi aku tidak tahu. Aku hanya mengatakan apa yang aku alami dan aku rasakan.

Komentar

Postingan Populer