None
Dalam ruang sunyi, pikiranku bergemuruh. Pada saat aku menuliskan disini, aku tidak tahu lagi apa yang bisa aku simpulkan. Benang kusut yang sebenarnya lebih baik dibuang daripada diselesaikan jalan keluarnya agar tidak kusut lagi. Masalahku pada diriku sendiri. Semua terlihat sangat tidak masuk akal dan tidak ada satupun yang bisa mengerti. Semua menanyakan "Ada apa? Mengapa? Ada apa? Mengapa?" berulang kali. Aku tidak tahu cara untuk menjelaskan disaat aku tidak tahu apa yang benar-benar menyebabkan ini semua. Aku rasa semua berawal dari banyak penyebab-penyebab kecil, sedang, bahkan besar yang lebih dari cukup untuk diriku sendiri menganggap inilah alasan. Sayangnya semua alasan yang aku pikirkan bukanlah sebuah halangan bagi orang yang mendengarnya. Semua tidak menvalidasi alasanku sebagai sebuah alasan. Semua terburu-buru menarikku yang memang sebenarnya perlu ditarik. Tapi tidak ada yang menyertaiku dijalan ketika aku sudah tertariknya.
Aku merasa lebih damai dengan membatasi diri dengan semua orang. Tidak semua orang suka dengan hal ini. Apalagi orang-orang yang tidak bisa aku batasi untuk mengetahui hal-hal luar terkait diriku. Aku sangat berharap mereka bisa melihat dalam diriku. Bukan sekadar perspektif basic mereka. Aku berharap mereka melihatku dengan 2 arah, sama sepertiku. Aku tentu selalu melihat semua hal, bahkan aku memposisikan diriku jadi mereka juga. Semua yang aku lakukan adalah hasil pikiranku setelah memposisikan diri sebagai mereka semua. Walau hasilnya buruk, itu sebenarnya jauh lebih baik dibanding pilihan lainnya.
Aku tidak berharap kamu paham apa yang aku tulis. Hanya saja...aku rindu. Dengan semua orang. Tapi disaat bersamaan aku benci juga jika diriku saat ini muncul dihadapan kalian. Jadi, doakan aku ya! Dan tolong jangan berbuat jahat padaku, untuk saat-saat ini saja.
Komentar
Posting Komentar