Bersinarlah Bulan Purnama
Andaikan kau datang kembali
Sudah lama...
Cukup lama untuk bisa melihat matamu lagi secara langsung.
Siang hari itu, walaupun orang lain yang memanggilku terlebih dahulu, mataku tetap menangkap bayangmu diujung sana. Entah apa yang sedang ada di tanganku, semua bergetar. Hampir jatuh. Tersadar ada orang lain disana, aku mentertawakan diri sendiri yang mungkin terlihat bodoh. Berbincang dengan orang yang memanggilku, sambil melihatmu santai dari ujung mataku. Oh tidak. Tentu aku tidak berani untuk melihat pada matamu lagi. Hatiku masih sama, terasa sesak seketika. Pikiranku sudah kemana-kemana.
Apakah kamu melihatku dengan aneh?
Apa yang ada di pikiranmu saat melihatku hadir?
Mengapa kamu ada disini?
Yah pertanyaan terakhir mungkin tidak perlu ada jawaban. Aku pernah menulis sedikit kisahnya disini juga dahulu.
Temanku datang menyeimbangi. Dan orang lain itu mengajak untuk masuk ke pintu bioskop. Kamu di depan. Tidak menyapaku.
"Aku ingin pulang" aku berbisik kepada temanku.
"Kenapa?" ternyata temanku menang belum menyadari dan sempat lupa akan hal itu. Aku hanya menggeleng. Menyusulmu masuk ke dalam pintu bioskop. Melihatmu dari bawah hingga atas masih memberikan sensasi tersendiri bagiku.
Sempat ku berharap untuk bisa ada disampingmu menonton bioskop. Seperti perkataanmu sewaktu dulu mengetahuiku pergi ke bioskop bersama teman-temanku. Tapi apakah aku sanggup?
Jawaban apa yang akan ku beri
Tidak tahu apa yang bisa ku katakan padamu. Banyak tentu dalam pikiranku. Namun aku tidak tahu bagaimana seharusnya mengambil sikap.
Menjawab sapaan jika disapamu? Seakan akan tidak pernah ada yang terluka karena pernah menjalin hubungan? Persahabatan katamu.
Atau pura-pura tidak mendengar dan mengacuhkanmu? Seakan akan aku menunjukan amarahku seperti dulu pernah kutunjukan?
Atau lebih baik tidak pernah memikirkan akan memberi jawaban apapun? Karena sebenarnya peduli apa kamu terhadapku? Toh sepertinya kamu mau datang pun bukan karena diajak oleh temanmu. Mungkin betul temanmu mengajakmu datang, namun kamu melihat nama itu sebagai narahubung sehingga memutuskan untuk datang.
Adakah cara yang kutemui untuk kita kembali lagi
Kursi tempatku menonton A3. Paling atas. Deretan ketiga. Kamu berada 4-5 baris didepanku. Tepat dibarisanku. Sialnya, wanita didepanku tidak duduk dengan benar sehingga kepala wanita tersebut menghalangi pemandanganku. Temanmu maju kedepan saat itu memberikan semacam sambutan. Hanya kuingat sedikit yang dibicarakan oleh temanmu dan video-video nya. Selebihnya aku berdiskusi dengan diriku sendiri. Pikiranku ramai. Hatiku masih terasa hangat. Hanya melihatmu dari belakang. Terkadang tertawa, menunduk melihat handphone, pandangan lurus kedepan, dan gelagat lainnya.
Sudah sejak lama aku memikirkan ini. Apakah aku perlu validasi darimu bahwa kamu memang tidak pernah suka padaku? Validasi jika kamu sudah mengetahui ada rasa yang lebih dari sekedar sahabat sejak dulu? Apakah aku perlu mengungkapkannya kepadamu? Apakah aku perlu ditolak secara langsung agar perasaanku padamu hilang?
Bersinarlah bulan purnama
Sudah sejauh ini aku bisa hidup bertahan. Kisahku dalam situs ini hanya tentang cinta. Banyak hal yang memalukan yang sebenernya terjadi kepadaku. Sangat sulit untuk menghadapinya sendiri. Mungkin aku perlu kamu untuk bisa sekadar menyejukan hatiku?
Apakah aku masih belum terlihat cukup baik?
Apakah aku masih perlu untuk mempercantik diri?
Apakah aku memang bukan maumu?
Setidaknya kamu bisa memberitahuku. Karena aku merasa jauh lebih baik dari masa kita menjalin hubungan. Persahabatan itu.
Seindah serta tulus cintanya
I loved you.
And it's still.
But if you think that we couldn't together,
I really hope it's not gonna be forever.
It's been many years. Of course I'm lying if I told you that I'm not trying to forgetting you. I'm lying if I told you that I'm not trying to find someone else to replace you. I've tried. But I'm failed.
My heart it's yours. I really like you. You're eyes, you're smile, you're act, you're personality, everything about you. You're the one. It's just you.
And this is my month birthday. I want to stop it and letting you know about all this shit things about my thoughts.
I'm sorry I should telling you with another language. Bcs I felt sorry for myself to think it'll so freaky so annoy soo eeewwwh if I confesses to you this way with bahasa.
So this is the truth, this is my first time I confessing my feelings to someone, and I hope my heart can accept that I should moved on keep going and focus to my carrier without another galau day anymore.
Happy belated birthday by the way. My wish is still the same every year, and you can know it in another post (might be). And happy earlier birthday to me!
Pengakuan ini ku akhiri
Latar cerita 25 juni 2023,
dituangkan pada 15 Juli 2023.
Komentar
Posting Komentar