Selamat Hari Sirius Sedunia

13 tahun aku mengenalnya, 9 tahun aku tertarik padanya, tapi 4 tahun tidak berbincang lagi dengannya. Terakhir terjadinya perbincangan lewat massage facebook untuk aku memberi sebuah hadiah yang bahkan aku sendiri tak menyangka masih disimpan satu tahun setelahnya.
Jujur, tak pernah se-bingung itu untuk memberi hadiah. Tapi akhirnya, aku memberi bukan hanya sekadar hadiah melainkan pengakuan.
Aku membuatkannya galaxy jar yang cukup biasa saja keliatannya:D Di hadiah tersebut aku memberikan kesempatan terakhir pada diri sendiri untuk berbincang kepadanya dengan perasaan yang masih ada.
'Ini kali terakhirnya,' janjiku dihari ulang tahunnya. Bukan terakhir kalinya berjanji untuk bertemu atau berbincang, namun terakhir kali membiarkan perasaan itu muncul setiap saat.
Saat itu, 4 tahun yang lalu dia sempat tidak mau terima hadiah apapun dariku. Bukan bermaksud untuk tidak menghargai, melainkan mencegahku untuk repot-repot memberikan sesuatu. Namun, jika dia berpikiran demikian, maka dia sudah merepotkanku karena telah membiarkan aku memberikan perasaan padanya. Tapi tidak. Aku tidak merasa repot sama sekali.
Dia orang yang tidak terlalu suka dengan perayaan ulang tahun. Katanya, untuk apa merayakan hari dimana umur kita telah berkurang? Aku terdiam. Tidak ada salahnya pemikiran dia. Tapi tidak ada salahnya juga orang-orang yang ingin berbahagia mengingat bahwa mereka pernah dilahirkan. Semua bergantung persepsi pada akhirnya.
Aku tahu dia tidak suka diucapkan selamat, namun dia tetap saja menghargai orang-orang yang mengucapkannya. Yaiyalah, harus! Dia baik. Makanya aku suka.
Oh iya, jadi galaxy jar tadi adalah hadiah sekaligus ungkapan segala perasaanku saat itu. Galaxy mengartikan bahwa aku jujur pada dia ingin mengejar cita-cita dibidang tersebut. Bintang didalamnya mengartikan bahwa dia akan tetap menjadi bintang Siriusku sampai kapanpun. Tidak ada Sirius-Sirius lainnya di Bumi ini. Jar nya sendiri mengartikan bahwa cukup sampai disitu perasaanku harus ditutup. Dibawa bersamanya entah sampai kapan. Aku berusaha mengikhlaskan perasaanku pada waktu. Pun nanti misalnya jar tersebut dibuang isinya oleh dia, aku berharap perasaanku juga segera hilang. Satu lagi, ada tulisan yang kulilitkan pada tutup jar nya bertuliskan lagu yang pertama kali dia rekam:) Tulisannya 'look back I'm with you'. Hal ini mengartikan bahwa aku sudah tidak berharap lagi untuk selalu ada disampingnya, menemani dan membersamainya. Namun, aku selalu ada dibelakang untuk mendoakan yang terbaik dan memberi support apapun yang dia lakukan, asal itu hal baik.
Pada hari itu aku memintanya untuk kedepan gang rumahku karena dia sedang tidak ada dirumah. Sesampainya dia turun, lalu menyapaku. Aku buru-buru memberikannya hadiah itu.
'Terimakasih banyak. Sungguh, padahal tidak perlu seperti ini" katanya.
"Aku pernah berjanji untuk memberimu hadiah dulu. Jadi, diterima, ya?" aku tak tahu apa yang aku rasakan saat itu. Gelisah sekali. Takut. Takut bahwa janjiku benar-benar harus ditepati. Dan takut jika dia pergi dari kehidupanku.
'Tapi dulu aku bercanda. Aku gamau kamu repot-repot memikirkan hari ini. Andai aku bisa memberikan sesuatu sebagai kenang-kenangan kita lulus. Apa boleh itu untukmu saja? Ah tidak-tidak. Itu darimu. Untukku." dia segera mengambil bingkisan tersebut sambil tersenyum.
"Ini terakhir." akhirnya aku jujur. Dia tidak mengira bahwa terkhir maksudku adalah terakhir untuk berharap padanya, bukan terakhir memberi hadiah.
"Sekali lagi terimakasih ya."
Aku bersiap untuk pulang lagi, "Iya, udah ya masih ada urusan", dia ikut bersiap pulang juga.
Pertemuan saat itu diakhiri dengan klaksonnya dan juga anggukan pamitan darinya. Aku tidak membalas anggukannya melainkan senyuman perih yang berusaha kututup.
4 tahun lalu. Lama juga, ya? Apa kabar galaxy jar itu? Apakah masih ada atau tidak? Ah, tak penting, karena perasaan ini masih ada. Aku belum mengikhlaskannya, makanya aku belum bisa melupakannya.
Sebentar lagi jam kelahiranmu. 1 malam. Aku mengetik mulai dari sejam sebelum ini, tepat didetik pertama tanggal ini. Aku belum mengucapkannya lagi.
Hmm...ini ucapan untuknya.
Suka atau tidak suka aku akan tetap mengucapkannya, kau tau? Tak apa, karena mungkin kamu baca pun tidak. Selamat hari Sirius sedunia! Selamat untuk orang tua mu yang sudah merawat dirimu hingga 19 tahun ini. Selamat kamu telah bertahan selama 19 tahun ini. Aku selalu berharap yang terbaik. Semoga semesta selalu berpihak padamu. Semoga semesta selalu mendukung apa yang kamu usahakan. Tetaplah bertahan, Siriusku.
Mungkin hadiah spesial hari ini bukan dariku. Tapi dari orang yang kamu baru cover lagunya:) Keren bisa dilihat dan dilike! Dari dulu, I  know you deserve it!

-28 mei pukul 1 malam di Bogor

Komentar

Postingan Populer