Tumpuan Hati

Ada yang sedikit berbeda saat tuan melangkah menujuku.
Ada yang sedikit berbeda saat tuan berada didekatku.
Ada yang sedikit berbeda saat tuan duduk bersamaku.

Oh oh aku tak bermaksud menaruh rasa.
Ternyata sekali pangkas, tumbuh takberkuasa.
Beribu kalipun dipangkas, malah semakin menguasa.
Aku tak kuasa!

Tentuku berharap bisa mendapat balasan.
Mungkin dengan menjadikanku puan?
Hah itu terjadi kalau ada keajaiban.
Karna cinta tuan butuh cantik yang beralasan.
Dan aku hanya gadis yang hidup di perasingan.

Kini, saat keramaian itu datang
Satu hal yang aku tahu perumpamaan pedang
Bahwa maju tak boleh pantang
Bahwa objek didepan hanyalah bayang bayang
Bahwa perjuangan seharusnya masih panjang

Sudahlah, ini bukan hal yang harus ditakuti.
Tidak ada ragu bagi rasa yang menghangati.
Bahwa kepadamu tuan, aku telah jatuh hati.

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer