Dengarkan Dongengku

Saat ini aku hanya ingin bertanya sedang apa kamu?

Tidak...saat ini aku tidak ingin menanyakan alasan-alasan yang dulu.

Aku hanya ingin tahu apa saya yang kamu telah lewati selama ini. Aku ingin kamu bercerita. Aku ingin mendengar. Apa kau kesusahan disana? Apa kamu bahagia hari ini? Bulan ini? Tahun ini?

Selepas dulu, banyak cerita yang ingin kudongengkan padamu. Percaya atau tidak, aku telah banyak melakukan hal hebat diluar sana. Walau banyak pula hal yang membuatku tidak tidur seharian. Hmmm apa kamu bangga punya sahabat seperti ini?

Selepas dulu, aku mulai bisa berpikir dan menata ulang semua mimpi-mimpiku. Aku berusaha menjadi 'orang baik' yang nyatanya sekarang tak lebih dari orang yang tidak beruntung.

Selepas dulu, aku terus berusaha pula berpikir positif. Aku selalu mengalah pada diriku dan berkata 'tidak apa-apa untuk tidak baik-baik saja'. Tidak bahasan kali ini sedikit melenceng dari yang semula direncanakan. Aku sedang tidak berpikir positif.

Aku tidak ingin disini, ki. Dunia ini terlalu keras untukku yang cengeng. Banyak hal yang membuatku tertekan. Ingin rasanya bercerita padamu didepan rumahku lagi. Aku takut...takut. Aku lelah, lebih sekadar letih untuk tetap barnyanyi atau menggila bersama teman baruku yang nyatanya kami kesepian, kelelahan untuk mengemis keberuntungan.
Dulu saat bercerita tentang impian, lancar sekali kita menceritakannya. Haha, belum terpikir akan kemungkinan tidak terwujudnya. Setiap aku jalan ditempat ini, asing sekali bagiku. Walau disini masih daerah yang kulewati hampir 2 tahun. Walau disini masih banyak teman-teman lamaku. Justru itu yang membuatku makin mencaci diri sendiri. Aku yang tidak mampu untuk berada ditempat yang kumau. Setelah aku mencoba menerima tempat ini...aku tidak mampu pula menjadi bagian yang kumau ditempat ini. Lebih dari 5x aku ditolak oleh sesuatu yang ingin kulakukan. Lebih dari 5x juga aku berpikir hal itu tidak serius. Nyatanya...tidak. Aku tidak mampu. Tidak mampu ya tidak mampu. Cukup itu, dan selesai. Semua yang kumau lakukan disini, bahkan diambil oleh...lupakan. Bukan salah mereka. Hanya saja aku yang tidak mampu.

Kembalilah sebentar, dengarkan ceritaku. Aku tidak ingin menangis sendirian saat sunyi, juga tidak ingin menangis disela tawa ditempat ini.

Komentar

Postingan Populer