Take A Break for Awhile
Kenapa kamu tetap tidak hadir saat aku butuh sekali tempat untuk pulang?
Aku tidak bisa mengeluarkan segala kekecewaan saat di rumah.
Aku tidak bisa mengeluarkan segala kekecewaan saat di sekolah.
Aku tidak bisa mengeluarkan segala kekecewaan saat di perjalanan.
Yang dapat aku rasakan hanya panas di tenggorokanku, menahan sesegukan saat berhadapan dengan oranglain.
Berusaha kuat namun semuanya masih terus ada di otakku, mereka benar seperti hantu adanya.
Terkadang...aku malah merasa aku hidup saat aku tidur lalu bermimpi.
Aku merasa sedang mimpi saat aku bangun lalu terjaga.
Karnanya aku lebih memilih mematikan lampu, menutup pintu, lalu meratapi kegelapan ruang tanpa lampu tidur saat malam tiba.
Karnanya aku lebih memilih menghindar dari semuanya, menahan obrolan-obrolan yang malah membuatku semakin terngiang dan menyalahkan diri sendiri.
Namun sinar bintang di dinding kamar membuatku diam dalam tangis. Konstelasi orion yang kuciptakan sendiri secara tak langsung menerawang apa yang sebenarnya aku harapkan?
Semua kata kata semangat hanya menopang sedikit diri agar tidak nol.
Semua doa doa hanya melayang di ruang hampa menunggu sang Pemilik yang maha Mengabulkan.
Andaikan aku tidak terlalu jatuh cinta pada dunia yang ingin kupelajari, sungguh aku akan berhenti dan mencari jalur yang aman.
Walau apapun yang ada dipikiran orang orang tentangku "seperti tidak ada jalan lain saja" dan terikut oleh hal lain, sungguh impianku sudah muncul sebelum aku menginjakkan kaki di sekolah akhir ini. Semua konsistensi diri tidak ada atau belum mungkin yang membawaku mencapai apa yang diharapkan.
Mmm, apakah aku harus menjadi seperti orang orang yang tidak hanya terpacu oleh 1 hal?
Kalau dari dulu aku bisa, tentu aku akan melakukannya lebih dulu sebelum hal ini tiba.
Ini bukan akhir dari segalanya. Aku tahu dan aku sudah mempersiapkannya satu bulan diakhir tahun kemarin untuk membereskan mental, menyusun apa saja yang harus aku lakukan dengan segala cadangan.
Aku tidak bisa meramalkan apa apa, maka biarkan waktu yang mengobati dan semoga memperbaiki.
Berjuanglah terus aku, aku yakin aku pasti kuat. Sering berbuat baik agar kata kata yang bagai hantu di otak tidak sering datang. Enyahlah emosi sesaatku itu. Tak pantas kau selalu hadir saat pikiranku kosong atau ada sesuatu yang mengingatkanku pada sesuatu yang belum bisa aku raih.
Tekno....mudah mudahan kau tidak meninggalkanku, dan menjadi jodoh serta rezekiku. Karna aku tidak tahu apakah aku dapat mengikhlaskan atau aku akan terus mencintai dalam diam walau sudah berjalan dilain arah yang aku tak tahu pula kemana arahnya.
Tunggu sebentar, akan kumatikan lampu dan cahaya apapun kecuali mereka sekarang. Termasuk layar ini.
Bip.
Aku tidak bisa mengeluarkan segala kekecewaan saat di rumah.
Aku tidak bisa mengeluarkan segala kekecewaan saat di sekolah.
Aku tidak bisa mengeluarkan segala kekecewaan saat di perjalanan.
Yang dapat aku rasakan hanya panas di tenggorokanku, menahan sesegukan saat berhadapan dengan oranglain.
Berusaha kuat namun semuanya masih terus ada di otakku, mereka benar seperti hantu adanya.
Terkadang...aku malah merasa aku hidup saat aku tidur lalu bermimpi.
Aku merasa sedang mimpi saat aku bangun lalu terjaga.
Karnanya aku lebih memilih mematikan lampu, menutup pintu, lalu meratapi kegelapan ruang tanpa lampu tidur saat malam tiba.
Karnanya aku lebih memilih menghindar dari semuanya, menahan obrolan-obrolan yang malah membuatku semakin terngiang dan menyalahkan diri sendiri.
Namun sinar bintang di dinding kamar membuatku diam dalam tangis. Konstelasi orion yang kuciptakan sendiri secara tak langsung menerawang apa yang sebenarnya aku harapkan?
Semua kata kata semangat hanya menopang sedikit diri agar tidak nol.
Semua doa doa hanya melayang di ruang hampa menunggu sang Pemilik yang maha Mengabulkan.
Andaikan aku tidak terlalu jatuh cinta pada dunia yang ingin kupelajari, sungguh aku akan berhenti dan mencari jalur yang aman.
Walau apapun yang ada dipikiran orang orang tentangku "seperti tidak ada jalan lain saja" dan terikut oleh hal lain, sungguh impianku sudah muncul sebelum aku menginjakkan kaki di sekolah akhir ini. Semua konsistensi diri tidak ada atau belum mungkin yang membawaku mencapai apa yang diharapkan.
Mmm, apakah aku harus menjadi seperti orang orang yang tidak hanya terpacu oleh 1 hal?
Kalau dari dulu aku bisa, tentu aku akan melakukannya lebih dulu sebelum hal ini tiba.
Ini bukan akhir dari segalanya. Aku tahu dan aku sudah mempersiapkannya satu bulan diakhir tahun kemarin untuk membereskan mental, menyusun apa saja yang harus aku lakukan dengan segala cadangan.
Aku tidak bisa meramalkan apa apa, maka biarkan waktu yang mengobati dan semoga memperbaiki.
Berjuanglah terus aku, aku yakin aku pasti kuat. Sering berbuat baik agar kata kata yang bagai hantu di otak tidak sering datang. Enyahlah emosi sesaatku itu. Tak pantas kau selalu hadir saat pikiranku kosong atau ada sesuatu yang mengingatkanku pada sesuatu yang belum bisa aku raih.
Tekno....mudah mudahan kau tidak meninggalkanku, dan menjadi jodoh serta rezekiku. Karna aku tidak tahu apakah aku dapat mengikhlaskan atau aku akan terus mencintai dalam diam walau sudah berjalan dilain arah yang aku tak tahu pula kemana arahnya.
Tunggu sebentar, akan kumatikan lampu dan cahaya apapun kecuali mereka sekarang. Termasuk layar ini.
Bip.
Semangat pejuang SBM !!
BalasHapus